|
|
comments (2)
|
Hampir
setiap orang tentu pernah mengalami sakit hati dalam hidupnya. Baik
dalam keluarga, berteman, maupun bermasyarakat. Sebagaimana sifat sedih
dan gembira, rasa yang satu ini adalah suatu kewajaran dalam hidup
manusia. Apalagi, mengingat manusia adalah mahluk sosial, yang dalam
setiap interaksinya tidak lepas dari kekhilafan.
Sebab-sebab datangnya perasaan ini pun bermacam-macam. Dari masalah
sepele hingga masalah besar, dapat menjadi pemicunya. Misalnya berawal
dari perbedaan pendapat, adanya konflik atau ketidakcocokan, hingga iri
dan dengki. Bila perasaan ini dibiarkan terlalu lama bercokol dalam
hati, maka tidak sehatlah hati itu. Pemiliknya pun akan stress dan jauh
dari keceriaan. Lebih jauh lagi, hal itu bisa menjauhkan manusia dari
RabbNya. Na'udzubillaahi mindzaalik.
Bagaimana memenej rasa sakit hati, agar tidak membuahkan dosa dan
azabNya bagi kita sendiri? Allah dan RasulNya telah mengajarkan
kiat-kiat tersendiri yang dapat menjadi penawar, bila diamalkan. Apa
sajakah itu?
1. Muhasabah (Koreksi Diri). Sebelum kita menyalahkan orang
lain, seharusnyalah kita melihat diri kita sendiri. Bisa jadi kita
merasa tersakiti oleh saudara kita, padahal ia tak bermaksud menyakiti.
Cobalah bertanya pada diri sendiri, mengapa saudara kita sampai
bersikap demikian. Jangan-jangan kita sendiri yang telah membuat
kesalahan.
2. Menjauhkan Diri dari Sifat Iri, Dengki, dan Ambisi. Iri,
dengki, dan ambisi adalah beberapa celah yang menjadi pintu bagi syetan
untuk memasuki hati manusia. Ambisi yang berlebihan, dapat membuat
seseorang buta dan tuli. Bila tidak dilandasi iman, seorang yang
ambisius cenderung akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan
ambisinya.
Demikian sifat iri dan dengki. Sifat ini berasal dari kecintaan
terhadap hal-hal yang bersifat materi, kehormatan, dan pujian. Manusia
tidak akan tenang bila dalam hatinya ada sifat ini. Manusia juga tak
akan pernah bisa bersyukur, karena selalu merasa kurang. Ia selalu
memandang ke atas, dan seolah tidak rela melihat orang lain memiliki
kelebihan atas dirinya. Maka hapuslah terlebih dahulu sikap cinta
dunia, sehingga dengki pun sirna.
Rasulullah bersabda, "Tidak boleh dengki kecuali kepada dua orang.
Yaitu orang yang diberi harta oleh Allah, kemudian memenangkannya atas
kerakusannya di jalan yang benar. Dan orang yang diberi hikmah oleh
Allah, kemudian memutuskan persoalan dengannya dan mengajarkannya."
(HR. Bukhari).
3. Menjauhkan Diri dari Sifat Amarah dan Keras Hati. Bila
marah telah timbul dalam hati manusia, maka kadang manusia bertindak
tanpa pertimbangan akal. Jika akal sudah melemah, tinggallah hawa
nafsu. Dan syetan pun semakin leluasa melancarkan serangannya, lalu
mempermainkan diri manusia. Ibnu Qudamah dalam Minhajul Qashidin
menyebutkan bahwa Iblis pernah berkata, "Jika manusia keras hati, maka
kami bisa membaliknya sebagai anak kecil yang membalik bola."
4. Menumbuhkan Sifat Pemaaf. "Jadilah engkau pemaaf, dan
suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari
orang-orang yang bodoh." Demikian firman Allah dalam Al-Qur'an Surat
Al-A'raf : 199.
Allah sang Khaliq saja Maha Pemaaf terhadap hambaNya. Tak peduli
sebesar gunung atau sedalam lautan kesalahan seorang hamba, jika ia
bertaubat dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan membukakan pintu maaf
selebar-lebarnya. Kita sebagai manusia yang lemah, tidak sepantasnya
berlaku sombong, dengan tidak mau memaafkan kesalahan orang lain,
sebelum ia meminta maaf. Insya Allah, dengan begitu, hati akan lebih
terasa lapang.
Rasulullah bersabda, "Bertakwalah kepada Allah di mana engkau
berada, tindaklanjutilah kesalahan dengan kebaikan, niscaya kebaikan
tersebut menghapus kesalahan tersebut, dan pergaulilah manusia dengan
akhlak yang baik." (HR. Hakim dan At-Tirmidzi).
5. Husnudhdhan (Berprasangka Baik). Allah berfirman, "Hai
orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya
sebagian prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah kalian mencari-cari
kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kalian menggunjing
sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging
saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya."
(QS. Al-Hujurat : 12).
Adakalanya seorang muslim berburuk sangka terhadap seorang muslim
lainnya sehingga ia melecehkan saudaranya. Ia mengatakan yang
macam-macam tentang saudaranya, dan menilai dirinya lebih baik. Tentu,
itu adalah hal yang tidak dibenarkan. Akan tetapi, hendaknya setiap
muslim harus mawas diri terhadap titik-titik rawan yang sering
memancing tuduhan, agar orang lain tidak berburuk sangka kepadanya.
6. Menumbuhkan Sikap Ikhlas. Ikhlas adalah kata yang ringan
untuk diucapkan, tetapi cukup berat untuk dilakukan. Orang yang ikhlas
dapat meniatkan segala tindakannya kepada Allah. Ia tidak memiliki
pamrih yang bersifat duniawi. Apabila Allah mengujinya dengan
kenikmatan, maka ia bersyukur. Bila Allah mengujinya dengan
kesusahannya pun, ia bersabar. Ia selalu percaya bahwa Allah akan
senantiasa memberikan yang terbaik bagi hambaNya. Orang yang ikhlas
akan lebih mudah memenej kalbunya untuk selalu menyerahkan segalanya
hanya kepada Allah. Hanya kepadaNyalah ia mengantungkan harapan.
Bila anda sedang dilanda sakit hati, cobalah amalkan kiat di atas.
Insya Allah, beban hati akan berkurang. Dada anda pun terasa lapang.
Insya Allah.
Maraji' :
- Minhajul Qashidin. Ibnu Qudamah
- Minhajul Muslim. Abu Bakr Jabir Al-Jazairi
Dari Majalah Nikah-6/I/2002
Semoga Bermanfaat...
Keep positive Thinking
|
|
comments (0)
|
Banyaknya pekerjaan banyak memaksa para karyawan untuk duduk berjam-jam di depan komputer. Tidak hanya karyawan, para pelajar dan mahasiswa pun sudah melakukan hal yang sama. Ada yang mengerjakan tugas, ada pula yang sekedar browsing atau bermain game. Satu kesamaan di antar pengguna komputer tersebut, mereka menggunakan komputer selama berjam-jam tanpa istirahat. Tentu akan sangat buruk bagi kesehatan!
Biasanya, mereka hanya makan agar tidak merasa lapar saja tanpa memperhatikan gizi dari makanan yang mereka santap. Hal tersebut dapat membuat kondisi badan semakin buruk, terutama jantung. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjaga jantung agar tetap sehat. Ingin tahu tips apa saja yang dapat Anda jalankan? Mari kita simak beberapa tips singkat berikut.
1. Olah raga. Salah satu hal yang paling banyak dilupakan adalah gerak tubuh. Apabila para pecandu komputer sudah duduk terlalu lama, biasanya mereka lupa untuk bergerak. Oleh karena itu, berolah raga lah secara rutin. Jogging di pagi hari atau senam-senam ringan mungkin cocok buat Anda yang kurang memiliki waktu luang.
2. Berat badan. Berat badan berlebih merupakan salah satu penyebab tingginya serangan jantung. Kurangi makan makanan ringan terlalu banyak di waktu senggang, karena hal tersebut dapat membuat berat badan Anda cepat naik.
3. Makanan. Kontrol lah makanan Anda. Usahakan makan makanan yang sehat. Untuk menjaga jantung agar tetap sehat, usahakan makan makanan yang mengandung Omega 3. Kandungan tersebut banyak ditemukan di ikan. Makanan yang berserat juga dapat membantu jantung Anda. Oleh karena itu, jangan lupa makan sayuran. Kurangi juga makan makanan yang banyak mengandung kolestrol. Anda bisa mencegah tingginya kolestrol di makanan dengan cara makan bawang putih.
4. Jangan terlalu stres. Banyak refreshing apabila pekerjaan Anda sudah terlalu “membunuh”. Duduk santai mendengarkan musik, jangan yang terlalu keras, tapi dengarkan musik lembut. Jalan-jalan juga dapat membantu, tapi usahakan jalan ke tempat yang dipenuhi dengan keindahan alam. Jangan jadikan mall sebagai tempat favorit Anda. Kebanyakan belanja mungkin bisa membuat Anda makin stres.
5. Jangan merokok!